Langsung ke konten utama

Postingan

Keragaman dan Keunikan Struktur Kimia Flavonoid

FLAVONOID     Flavonoid merupakan sejenis senyawa fenol terbesar yang ada yang memiliki 15 atom karbon, dimana dua cincin benzena yang menyatu dengan rantai karbon tiga linier. Senyawa Flavonoid banyak ditemukan pada tumbuhan dimana senyawa ini memberikan warna pada bunganya. Bagian tanaman yang menghasilkan senyawa Flavnoid ini ialah akar. Warna-warna yang diberikan pada setiap bunga diberikan oleh setiap senyawa Flavonoid itu berbeda-beda, Flavin memberikan warna kuning atau jingga pada bunga, antodianin memberikan warna merah, ungu atau biru (semua warna pelangi kecuali hijau). Selain berperan sebagai pemberi warna, flavonoid juga berperan dalam menentukan rasa, bau dan kualitas nutrisi makanan. Ciri-ciri struktur flavonoid: - Cincin A mengalami oksigenasi berselang-seling pada posisi 2,4 dan 6. dan cincin A memeliki gugus hidroksil sehingga memberika kemungkinan terbentuk cincin heterosiklik dalam senyawa trisiklik. - Cincin B memiliki satu gugus fungsi oksigen...

Potensi Pemanfaatan terpenoid untuk makhluk hidup

   Senyawa-senyawa terpenoid sangat berpotensi untuk bermanfaat bagi makhluk hidup. Dengan diketahui banyak kandungan didalam senyawa terpenoid tersebut yang berguna bagi makhluk hidup maka hal itu dibuktikan oleh para ilmuwan bahwa senyawa terpenoid tersebut terbukti bermanfaat bagi semua makhluk hidup. Secara garis besar berbagai manfaat dari senyawa tersebut dapat dikategorikan dalam beberapa bagian, antara lain: 1. berperan dalam spesies penghasil terpenoid, contohnya itu seperti Gibberelin dalam tanaman. Dimana Gibberelin tersebut akan membantu dalam merangsang pertumbuhan batang, memecahkan mitosis dalam beberapa daun tumbuhan, mempercepat perkecambahan biji. Senyawa yang termasuk kedalam golongan pemanfaatan ini yaitu senyawa diterpenoid. 2. Industri, terpenoid dalam bidang industri sangatlah banyak digunakan.   a. Terpenoid banyak digunakan sebagai parfum, kosmetik, pewangi karena seperti yang sudah tertulis di blog sebelumnya bahwa senyawa-senyawa terpenoi...

Keragaman dan Keunikan Struktur Terpenoid

A. Pengertian Terpenoid      Terpenoid adalah salah satu jenis dari metabolit sekunder, dimana didalam kerangka karbonnya dibangun oleh penyambungan dua atau lebih C5 yang biasanya disebut dengan isoprena. Rumus umumnya (C5H8)n. Senyawa terpenoid merupakan hidrokarbon dari tanaman yang teroksigenasi, terhidrogenasi, dan terdehidrogenasi. B. Sifat umum Terpenoid   1) Sifat fisika  tidak berwarna, namun jika teroksidasi warnaanya akan gelap baunya khas massa jenisnya lebih ringan dari air  larut dalam pelarut organik namun tidak larut dalam air kebanyakan optik aktif  2) Sifat kimia Rantainya terbuka atau siklik, senyawa tidak jenuh.  Memiliki satu atau lebih ikatan rangkap sehingga mudah untuk mengalami reaksi adisi. mudah teroksidsi oleh oksidator. Terpene terdiri dari beberapa macam senyawa, antara lain minyak atsiri yaitu Monoterpena (C10) dan Sesquiterpena (C15) yang mudah menguap, diterpena yang menguap yaitu triter...

BIOSINTESIS METABOLIT PRIMER DAN SEKUNDER

     Sebelum kita membahas mengenai biosintesis dari kedua metabolit tersebut, alangkah lebih baik jika kita mengetahui apa maksud dari biosintesis itu sendiri. Biosintesis adalah suatu proses yang dikatalis enzim didalam tubuh organisme,dimana subtrat tersebut akan diubah menjadi senyawa lain yang lebih kompleks. Metabolisme adalah reaksi kimia yang terdapat di dalam organisme, termasuk juga yang terdapat dalam tingkat sel yang menghasilkan energi dan menggunakan energi tersebut untuk fungsi sel. Metabolit adalah sesuatu (produk) yang dihasilkan dari proses metabolisme. Metabolit terbagi menjadi dua yaitu metabolit primer dan metabolit sekunder.  1. Metabolit primer     Metabolit primer adalah senyawa yang terdapat dalam produk akhir atau produk antara yang dihasilkan dalam proses metabolisme sel, dimana berat molekulnya yang rendah menjadi penyusun molekul yang lebih besar atau dibentuk menjadi koenzim dimana fungsinya esensial didalam kebutuhan hid...

Prosedur dan Tahap Screening Potensi Kimia Bahan Alam

  Uji skrining fitokimia merupakan suatu tahap dalam mengidentifikasi golongan senyawa yang terkandung di dalam suatu tumbuhan yang akan di uji, dimana yang diidentifikasi dari tumbuhan itu ialah senyawa organiknya seperti struktur kimianya, biosintesisnya, penyebaran secara ilmiah dan fungsi biologis dari tumbuhan tersebut.    Uji skrining fitokimia memiliki suatu prinsip bahwa berdasarkan kandungan dari tumbuhan yang diamati tersebut dapat diketahui kandunganya dari analisis secara kualitatif meliputi akar, batang, bunga, daun, buah dari tumbuhn tersebut. Seperti salah satu contoh bahan alam (tumbuhan) yang diamati ialah daun melinjo (Gnetum Gnemon L), dalam melakukan uji tumbuhan tersebut dilakukan uji tabung yang mana uji tabung termasuk analisis secara kualitatif dengan menambahkan reagent yang meyebabkan terjadinya suatu perubahan warna. Dalam melakukan uji ini hal terpenting yang haus diketahui ialah penggunaan pelarutnya dan metode ektraksi yang cocok.  ...

ETNOBOTANI

ETNOBOTANI        Etnobotani adalah bagian dari etnoekologi, suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan tumbuhan, dimana tumbuhan akan akan dimanfaatkan oleh manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Etnobotani terbagi menjadi dua kata yaitu “etno = studi tentang manusia” dan “botani = studi tentang tumbuhan”. Tumbuhan banyak dimanfaatkan manusia dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk membuat sebagai obat, makanan, seni da sebagainya.     Pada awalnya dilakukan penelitian etnobotani untuk melestarikan budaya tentang pengetahuan masyarakat mengenai tumbuhan, dan ketika penelitian sudah dilakukan ternyata itu sangat berguna untuk : 1. melestarikan hutan. 2. meningkatkan pendapatan masyarakat karena membudidayakan tanaman untuk kebutuhan masyarakat sekitar. 3. melestarikan budaya masyarakat. 4. mengembangkan obat tradisional. Disini saya akan membahas salah satu contoh Etnobotani yaitu ginseng menjadi perawatan bagi rambut. ...

Laporan Keisomeran Geometri

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK I PERCOBAAN  IX "KEISOMERAN GEOMETRI" DISUSUN OLEH : SEPRIDA ANJELINA TARIGAN (NIM : A1C117051) DOSEN PENGAMPU : Dr. Drs. SYAMSURIZAL., M.Si PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2019 VIII. DATA PENGAMATAN No. Perlakuan Pengamatan 1. Apel hijau ditumbuk dan diambil cairan/ekstraknya Warnanya coklat 2. Ekstrak apel (asam maleat) diambil 20 mL dimasukkan ke dalam labu dasar bulat Warna ekstrak coklat 3. Ditambahkan HCl 15 mL Warna larutan semakin coklat pekat 4. Direfluks selama kurang lebih 15 menit dengan suhu 70 o C Warna larutan semakin lama semakin pekat lagi 5. Hasil refluks disaring 2 kali dengan menggunakan corong Buchner Hasil penyaringan masih bewarna coklat dan endapan ...